Love Story
-
Match
Semuanya bermula dari layar kecil di tengah keramaian dunia maya. Di sebuah aplikasi kencan bernama Tinder, dua orang yang belum saling kenal dipertemukan oleh satu geser jari. Sang lelaki membuka percakapan dengan setangkai bunga matahari, sebuah emotikon sederhana yang ternyata cukup untuk membuat sang perempuan berhenti dan tersenyum. Dari situlah obrolan mereka tumbuh, pelan-pelan, seperti bunga yang selalu tahu ke mana harus menghadap.
-
Pertemuan
Hampir setahun, terpisah jarak antara Tangerang dan Purwokerto, tempat masing-masing menggantungkan pekerjaan. Lalu suatu hari, tanpa rencana dan tanpa aba-aba, sang perempuan melempar ajakan spontan: bertemu di Yogyakarta. Sang lelaki tak butuh waktu untuk berpikir. Satu kata “iya” cukup mengantar mereka ke kota yang kelak menyimpan tatap muka pertama mereka.
-
Deklarasi
Setelah beberapa kali temu yang selalu terasa terlalu singkat, jarak tetap menjadi tamu yang enggan pulang. Namun di Agustus itu, sepulang sang perempuan dari sebuah konser musik di Jakarta, sang lelaki memberanikan diri mengucap apa yang selama ini hanya ia simpan. Malam itu, dua hati yang lama berjalan beriringan akhirnya sepakat untuk mendeklarasikan status bagi sosial—berpacaran
-
Pengikat
Jarak yang dulu membentang kini kian mendekat, dan empat tahun berjalan beriringan membuat keduanya yakin bahwa cinta ini layak diberi kepastian. Maka sang lelaki datang menemui keluarga sang perempuan, duduk di hadapan kedua orang tuanya, dan dengan hati bergetar memohon izin untuk meminang putri mereka.
-
Sebuah Janji
Kini tibalah hari yang kami nantikan: akad nikah pada 1 Desember 2026. Di hadapan Tuhan, keluarga, dan orang-orang tercinta, dua insan akan mengikat janji suci yang tak lagi dibatasi jarak. Ini bukan sebuah akhir, melainkan permulaan panjang menuju keabadian bersama.